4 Syarat Boleh Berpergian Saat Mudik Dilarang

Persoalan Mudik menggunakan Moda transportasi umum seperti, pesawat terbang, kereta api, kapal laut dan bus mulai kembali beroperasi mulai Kamis 7 Mei 2020 lalu. Namun, walaupun moda transportasi umum beroperasi lagi pemerintah tetap melarang masyarakat untuk berpergian mudik.

Ada empat syarat bagi orang yang boleh berpergian dengan menggunakan transportasi umum. Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan (Menhub) telah menerbitkan Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 mengenai Pengendalian Transportasi Selama Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dan juga Surat Edaran dari Menko Perekonomian.

Penjabaran yang di dapatkan dari, Permenhub dan juga Surat Edaran Menko Perekonomian adalah memberikan kelonggaran untuk moda transportasi kembali untuk beroperasi. Semua angkutan udara, bus, kereta api, dan transportasi laut akan beroperasi kembali.

Disamping itu, Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid – 19 memberikan beberapa kriteria orang yang diperbolehkan untuk pergi melakukan perjalanan atau berpergian. Kriteria ini ada dalam Surat Edaran Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid – 19 yang sudah dikeluarkan oleh, Gugus Tugas pada hari Rabu 6 Mei 2020 lalu.

Surat Edaran ini dikeluarkan oleh Gugus Tugas, karena terdapat sejumlah hambatan dalam penanganan covid – 19. Di dalam Surat Edaran ini, dituliskan bahwa kegiatan mudik tetap akan dilarang. Tetapi, terdapat orang dari sejumlah instansi yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan terkait dengan pandemic Covid – 19.

Tertulis di dalam SE tersebut seperti aparatur sipil negara, TNI/Polri, pegawa BUMN, Lembaga usaha dan NGO yang berhubungan dalam penanganan Covid -19. Namun, pengecualian diberikan jika ada beberapa orang yang mengalami musibah seperti meninggal dan ada keluarga yang sakit keras. Dan juga pekerja migran Indonesia, pelajar mahasiswa, dan WNI yang akan kembali ke Indonesia.

Untuk melakukan perjalanan, orang – orang tersebut harus memiliki 4 syarat yakni:

  1. Surat Pernyataan atau Surat Izin Dari Atasan

Bagi orang – orang yang dikecualikan tersebut, agar bisa berpergian mereka harus memiliki suart izin yang di dapat dari atasannya. Kepala kantor atau minimal setara eselon 11. Namun, bagi wirausaha yang tidak memiliki kantor. Harus membuat surat pernyataan yang ditanda tangani di atas materai, dan itu harus diketahui oleh kepala desa atau pun lurah setempat.

  1. Memiliki Surat Sehat
READ  Virus Corona Mungkin Tidak Akan Hilang

Orang – orang pengeculian tersebut, disaat berpergian haurs wajib mendapatkan dan membawa surat sehat. Surat ini diperoleh dari dokter rumah sakit setempat, puskesmas, atau pun klinik. Namun, harus memenuhi serangkaian pemeriksaan yaitu seperti PCR dan rapid tes.

  1. Mengikuti Protok Kesehatan

Orang – orang yang berpergian, wajib untuk menerapkan dan mengikuti protokol kesehatan yang telah dibuat seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan juga aturan – aturan protok kesehatan lainnya.

  1. Memperlihatkan Tiket Pergi dan Pulang

Orang – orang tersebut disaat melakukan perjalanannya, mereka harus menunjukkan bukti tiket yaitu berupa tiket pergi dan juga tiket pulang.

Comments are closed.